Gejala, Penyebab dan Pengobatan Tongue-tie (Ankyloglossia)

Penyakit merupakan suatu kondisi yang menyebabkan gangguan pada tubuh manusia, baik secara fisik maupun fungsional. Berbagai jenis penyakit dapat menyerang tubuh, mulai dari penyakit ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya hingga penyakit yang memerlukan perawatan medis khusus. Salah satu kondisi medis yang cukup langka dan menjadi perhatian dalam dunia kesehatan adalah Tongue-tie (Ankyloglossia) .

Mungkin Anda pernah mendengar istilah Tongue-tie (Ankyloglossia) , tetapi apakah Anda mengetahui apa sebenarnya penyakit ini, bagaimana gejala yang ditimbulkan, apa saja penyebabnya, dan apakah ada pengobatan yang dapat menyembuhkannya?

Jika Anda ingin memahami lebih lanjut tentang kondisi ini, berikut adalah informasi lengkap yang dapat membantu:

Tongue-tie adalah suatu kelainan bawaan pada organ mulut yang menyebabkan terbatasnya pergerakan lidah dan mulut. Kelainan ini umumnya menimpa bayi baru lahir, khususnya pada bayi laki-laki dan dapat berdampak kepada cara makan, menelan, berbicara, bahkan menyusui.

Penyebab Tongue-tie

Pada kondisi normal, sepotong selaput bernama lingual frenulum yang terletak di sisi bawah lidah terhubung dengan bagian lantai mulut. Namun pada tongue-tie atau ankyloglossia, bentuk lingual frenulum lebih pendek dan melekat pada sisi bawah ujung lidah dan lantai mulut sehingga penderitanya tidak bisa menjulurkan lidah keluar dengan baik.

Penyebab pasti lingual frenulum yang tidak terpisah saat lahir seperti pada kondisi normal belum diketahui hingga saat ini. Namun pada beberapa kasus sudah terjadi, penyakit ini bisa berkaitan dengan faktor genetik tertentu dan menurun di keluarga.

Gejala Tongue-tie

Seorang bayi mungkin memiliki kondisi tongue-tie jika terdapat tanda-tanda, seperti kesulitan mengeluarkan lidah melewati gigi depan bagian bawah dan kesulitan mengangkat lidah hingga menyentuh gigi bagian atas. Bayi Anda juga akan kesulitan menggerakkan lidah dari sisi satu ke sisi lainnya. Bayi yang memiliki kelainan tongue-tie kemungkinan memiliki lidah berbentuk hati atau seperti terdapat lekukan di ujung lidahnya.

Segera hubungi dokter jika anak mengalami kesulitan saat sedang menyusui, atau makan, berbicara, dan saat berusaha menggapai gigi belakang dengan lidahnya, atau gejala lain yang dirasa sangat mengganggu.

Diagnosis Tongue-tie

Diagnosis tongue-tie didapatkan melalui pemeriksaan dari sisi ibu maupun pemeriksaan fisik pada bayi atau anak. Dokter akan menanyakan pada ibu apakah merasakan kesulitan saat menyusui, atau memberi makan anak, dan sebaliknya. Dokter juga akan bertanya tentang keterbatasan pergerakan lidah yang dialami anak dan apakah anak mengeluarkan suara yang berbeda saat berbicara atau melakukan kegiatan terkait lainnya.

Pada bayi atau anak, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk menganalisis seberapa baik kemampuan lidah bergerak atau bekerja berdasarkan beberapa aspek penilaian.

Pengobatan Tongue-tie

Pengobatan tongue-tie memiliki penanganan serta pendekatan yang berbeda-beda dan masih menimbulkan perdebatan diantara para ahli. Beberapa ahli dapat merekomendasikan untuk menunggu dengan harapan lingual frenulum dapat merenggang dengan sendirinya. Sementara ahli lain berpendapat untuk segera dilakukan tindakan demi mengurangi timbulnya kesulitan, khususnya pada bayi baru lahir.

Beberapa tindakan operasi yang umumnya dilakukan dalam menangani tongue-tie pada bayi, anak, maupun dewasa adalah:

  • Frenotomy

Prosedur pembelahan tongue-tie ini menggunakan gunting yang telah disterilkan agar sisi bawah lidah tidak terlalu menempel dengan dasar mulut sehingga lidah dapat bergerak dengan lebih leluasa. Prosedur ini berlangsung cepat dan umumnya tidak terjadi pendarahan besar. Hal ini disebabkan tidak adanya pembuluh darah atau ujung saraf pada lingual frenulum. Biasanya bayi dapat langsung menyusu setelah prosedur dilakukan.

Frenotomy dapat dilakukan dengan atau tanpa pembiusan dan bisa dilakukan di rumah sakit ataupun di ruang praktik dokter. Komplikasi yang diakibatkan oleh prosedur ini juga tergolong jarang, termasuk kemungkinan frenulum yang menempel kembali ke sisi bawah atau dasar lidah. Kemungkinan lainnya yaitu infeksi atau pendarahan, dan kerusakan pada lidah atau kelenjar air liur.

  • Frenuloplasty

Prosedur frenuloplasty dilakukan dengan pembiusan umum dan menggunakan perlengkapan operasi yang lebih lengkap. Prosedur ini dilakukan pada lingual frenulum yang lebih tebal atau pada kasus yang lebih rumit sehingga tidak memungkinkan untuk ditangani dengan prosedur frenotomy.

Pada prosedur ini frenulum dilepaskan, lalu luka ditutup dengan jahitan yang akan menyatu ke dalam bekas luka seiring proses penyembuhan. Pasien mungkin akan memerlukan terapi paskaoperasi untuk melatih pergerakan lidah dan membantu mengurangi risiko timbulnya komplikasi berupa jaringan parut.

Komplikasi frenuloplasty tergolong langka, selain jaringan parut akibat pembiusan dan prosedur operasi yang dilakukan, kondisi yang serupa dengan komplikasi frenotomy juga dapat terjadi.

Komplikasi Tongue-tie

Tongue-tie dapat menyebabkan beberapa komplikasi, antara lain gangguan perkembangan organ mulut bayi, gangguan menyusu, makan atau mengunyah jenis makanan tertentu, menelan, atau kemampuan berbicara.

Pada anak yang memiliki tongue-tie, beberapa suara yang dihasilkan saat berbicara akan berbeda, seperti kesulitan melafalkan huruf-huruf “r”, “s”, “z”, “th”, “d”, dan “t”. Kondisi ini biasa dinamakan dengan cadel. Selain itu, beberapa kegiatan yang melibatkan organ mulut juga mungkin akan sulit dilakukan, seperti memainkan alat musik tiup.

Selain itu, tongue-tie dapat menyebabkan kebersihan mulut yang buruk. Hal ini terjadi karena sulitnya membersihkan kotoran di dalam mulut. Dengan begitu, kerusakan gigi dan gingivitis dapat terjadi.

Selain kepada bayi, proses menyusui yang terhambat akibat tongue-tie turut berpengaruh kepada ibu. Selain rasa sakit pada puting payudara, bayi akan kesulitan mengisap susu yang akan berdampak kepada berkurangnya asupan nutrisi yang didapatkan, serta pada perkembangan sang bayi. Lama-kelamaan, tongue-tie juga bisa menyebabkan terbentuknya jarak antara dua gigi depan bawah.

Tongue-tie (Ankyloglossia) adalah suatu kondisi medis yang perlu dipahami dengan baik, terutama bagi mereka yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai penyebab serta cara penanganannya. Dengan mengetahui informasi ini, Anda bisa lebih memahami bagaimana penyakit ini berkembang serta apa saja metode pengobatan yang dapat dilakukan.

Demikian penjelasan singkat mengenai Definisi, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Tongue-tie (Ankyloglossia) . Semoga informasi ini dapat memberikan wawasan tambahan bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi ini. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau mengalami gejala terkait, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis atau dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Terima kasih telah mengunjungi halaman ini, semoga bermanfaat!

Pranala (Link) :

https://kamus.web.id/gejala-penyebab-pengobatan-tongue-tie

Telusuri Gejala, Penyebab dan Pengobatan lainnya biar tambah wawasan :