Gejala, Penyebab dan Pengobatan Hirsutisme

Penyakit merupakan suatu kondisi yang menyebabkan gangguan pada tubuh manusia, baik secara fisik maupun fungsional. Berbagai jenis penyakit dapat menyerang tubuh, mulai dari penyakit ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya hingga penyakit yang memerlukan perawatan medis khusus. Salah satu kondisi medis yang cukup langka dan menjadi perhatian dalam dunia kesehatan adalah Hirsutisme .

Mungkin Anda pernah mendengar istilah Hirsutisme , tetapi apakah Anda mengetahui apa sebenarnya penyakit ini, bagaimana gejala yang ditimbulkan, apa saja penyebabnya, dan apakah ada pengobatan yang dapat menyembuhkannya?

Jika Anda ingin memahami lebih lanjut tentang kondisi ini, berikut adalah informasi lengkap yang dapat membantu:

Hirsutisme adalah tumbuhnya rambut tebal dan hitam pada wanita di bagian-bagian tubuh yang biasanya tumbuh pada pria, seperti pada wajah, dada, leher, perut, paha, bokong, dan punggung bagian bawah.

Hirsutisme merupakan kondisi jangka panjang. Wanita yang menderita hirsutisme biasanya akan merasa malu dan tertekan. Selain tumbuhnya rambut secara tidak wajar, gejala lain dari kondisi ini adalah suara menjadi berat, kulit berminyak, dan muncul jerawat. Sebagian pengidap hirsutisme juga bisa mengalami periode menstruasi yang tidak teratur atau bahkan tidak mengalami menstruasi sama sekali.

Penyebab Hirsutisme

Penyebab utama hirsutisme adalah tingginya kadar hormon pria yang disebut androgen di dalam tubuh. Selain itu, hirsutisme juga bisa merupakan efek samping dari penggunaan obat steroid anabolik dan komplikasi dari kondisi kesehatan lainnya, seperti:

  • Sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS)
  • Obesitas
  • Sindrom Cushing
  • Tumor
  • Akromegali
  • Hiperplasia adrenal kongenital
  • Pasca menopause

Diagnosis hirsutisme

Dalam mendiagnosis hirsutisme, dokter akan terlebih dahulu memeriksa bagian tubuh yang ditumbuhi rambut dan gejala-gejala lainnya, seperti perubahan suara yang menjadi berat, kulit berminyak atau berjerawat, dan gangguan menstruasi. Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan obat yang dikonsumsi. Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengukur tingkat hormon.

Pengobatan Hirsutisme

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan sendiri di rumah untuk mengatasi hirsutisme selain metode pengobatan dari dokter. Cobalah lakukan pencabutan menggunakan pinset jika rambut yang tumbuh tidak terlalu banyak. Jika pertumbuhan rambut cukup banyak dan meluas, atasi dengan mencukurnya. Kedua teknik sederhana ini memang tidak bisa menghilangkan rambut secara permanen, namun setidaknya bisa memperbaiki penampilan untuk sementara.

Selain mencabut atau mencukur, Anda bisa melakukan waxing atau menggunakan krim perontok rambut yang dijual bebas di pasaran. Tapi meskipun kedua cara ini ampuh dan cepat dalam menghilangkan rambut secara temporer, keduanya bisa menyebabkan iritasi kulit dan alergi.

Jika Anda tidak ingin merasa sakit akibat melakukan pencabutan, takut terhadap pisau cukur, atau takut terkena efek samping akibat waxing dan memakai krim perontok rambut, Anda bisa mencoba teknik bleaching. Meskipun tidak menghilangkan rambut, teknik ini efektif dalam menyamarkan warna rambut yang tumbuh secara berlebihan. Untuk menghindari efek samping akibat alergi bahan bleaching, coba aplikasikan bahan tersebut pada area yang kecil terlebih dahulu.

Metode Pengobatan Dokter

Berikut ini adalah beberapa contoh obat yang mungkin diresepkan oleh dokter untuk mengatasi hirsutisme, di antaranya:

  • Obat anti-androgen (misalnya golongan spironolactone). Obat ini bekerja dengan cara mencegah hormon androgen berlekatan dengan reseptornya di dalam tubuh. Konsultasikan pemakaian obat ini dengan dokter karena dapat menyebabkan cacat bawaan pada janin.
  • Kontrasepsi oral (misalnya pil KB). Obat ini bekerja dengan cara mencegah indung telur memproduksi androgen.
  • Krim eflornithine. Obat ini berfungsi memperlambat pertumbuhan rambut baru, tetapi tidak mampu menghilangkan rambut yang sudah ada.

Ketiga obat di atas berisiko menimbulkan efek samping. Karena itu, ikuti petunjuk dokter mengenai tata cara pemakaian dan dosis penggunaan agar terhindar dari efek samping yang membahayakan.

Selain dengan obat-obatan, dokter juga bisa mengobati hirsutisme dengan menggunakan metode yang lebih canggih, seperti terapi laser dan prosedur elektrolisis untuk merusak folikel rambut dan secara permanen mencegah rambut tumbuh kembali. Efek samping yang mungkin timbul dari terapi laser adalah kulit menjadi kemerahan, kulit terasa seperti terbakar, warna kulit menjadi lebih gelap, dan bengkak. Sedangkan efek samping dari elektrolisis adalah timbulnya rasa nyeri.

Hirsutisme adalah suatu kondisi medis yang perlu dipahami dengan baik, terutama bagi mereka yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai penyebab serta cara penanganannya. Dengan mengetahui informasi ini, Anda bisa lebih memahami bagaimana penyakit ini berkembang serta apa saja metode pengobatan yang dapat dilakukan.

Demikian penjelasan singkat mengenai Definisi, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Hirsutisme . Semoga informasi ini dapat memberikan wawasan tambahan bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi ini. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau mengalami gejala terkait, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis atau dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Terima kasih telah mengunjungi halaman ini, semoga bermanfaat!

Pranala (Link) :

https://fioo.web.id/gejala-penyebab-pengobatan-hirsutisme

Telusuri Gejala, Penyebab dan Pengobatan lainnya biar tambah wawasan :